Minggu, 18 Desember 2011

Penggal Kepalamu untuk Sang Guru


Menggapai Cinta Allah

A. Penggal Kepalamu Untuk Sang Guru

Bagi saya, guru spiritual yang untuk level tertentu disebut sebagai Murshid, adalah cermin Allah. Melihat beliau adalah melihat Allah. Ada Allah dalam dirinya. Karenanya disanalah tempat saya membakar ego, menghancurkan nafsu yang terlalu sering mengajak saya berbuat onar.

Bertemu beliau, saya akan serahkan diri sepenuhnya, untuk dipasrahkan kepada-Nya. Dengan beliau, insya Allah saya akan sampai di hadapan-Nya yang diterima-Nya dengan senyum ridha. Beliau banyak tahu tentang banyak hal. Maka, saatnya kupenggal kepalaku untuk kupersembahkan kepada Murshid. Memijatnya tanpa kenal lelah, melayaninya tanpa berharap apa-apa. Hanya ilmu Allah yang sedemikian luas yang ingin kuteguk, meski hanya setetes. Itulah saat-saat terindah yang saya alami dalam hidup di dunia fana ini bersama orang alim.

“Bila kita merenung lebih dalam, pada hakekatnya semua kejadian dan peristiwa hidup yang menimpa kita adalah cara Tuhan untuk memberikan pelajaran, supaya kita menyadari betapa sombong dan dungunya kita. Dan supaya kita peka untuk mencari jalan kepada-Nya. Karena itu dituntunlah kita untuk berjumpa seorang guru, Murshid, sehingga kita mendapatkan jalan pintas untuk sampai kepada-Nya. Namun sayang kebanyakan manusia hanya menempatkan seorang guru seperti dokter yang dipakai sebatas bila terjadi sakit fisik atau gangguan mental emosional. Padahal ia adalah bentuk kasih Tuhan kepada kita supaya kita mengenal-Nya,” (Muhammad Djumat Abrory Djabar)

1. Cerita K.H. Rahmat Hidayat

K.H. Rahmat Hidayat dalam sebuah seminar berkisah. “Ketika saya datang ke hadapan Guru saya, Beliau bertanya, ‘ada apa Nak Rahmat, duduk di sini di depan saya.’

‘Saya mau bertemu Tuhan,’ kata saya.

‘Sudah siap kamu bertemu Tuhan?,’ Beliau bertanya lagi dan saya jawab ‘Iya saya siap.’

‘Mau saya penggal kepalamu?,’ pertanyaan beliau sempat mengagetkan saya. Tetapi…

‘Dengan senang hati, saya serahkan,’ kata saya yakin.

‘Tuhan itu ada. Wujudnya bisa disaksikan, ditemui oleh mereka yang tahu cara menemuinya. Tuhan itu adanya di Baitullah. Kamu pernah mendengar Baitullah?,’ tanya beliau lebih dalam. ‘Ya, saya pernah dengar,’ kataku.

‘Dimanakah Baitullah?,’ tanya Beliau yang saya jawab di Mekah, di Ka’bah.

Guru saya tersenyum. ‘itu sering disebutkan oleh kita sebagai murid. Tetapi Allah berfirman dalam Al-Qur’an, ‘Aku lebih dekat denganmu melebihi dekatnya urat nadimu.’ Dan ada hadits Nabi Saw yang mengatakan, ‘langit dan bumi itu tak mampu menampung diri-Ku, menampung dzat-Ku. Tetapi kalbu seorang mukmin, disanalah Aku berdiam.’

‘Jadi Baitullah itu tak jauh dari urat lehermu. Pergilah ke sana. Berjalanlah ke sana.’

‘Perjalanan ke Baitullah yang seperti inilah yang disebut perjalanan spiritual. Dalam peristiwa Nabi Muhamamd Saw, itu disebut dengan Mi’raj. Dalam peristiwa Nabi Isa As, itu yang disebut dengan Kenaikan Isa Al Masih. Mungkin dalam Budha Gautama itu yang disebut dengan Pencerahan. Dan kita semua bisa mengalaminya. Nah, perjalanan ke sana itu perjalanan Baitullah.’

‘Allah mewajibkan kepada manusia untuk melakukan perjalanan ke Baitullah. Bagi yang mampu. Yang mampu. Yang nggak mampu, jangan. Nanti bisa kesasar hehehehe.. Karenanya, carilah penunjuk jalan dari seorang guru ” (K.H. Rahmat Hidayat)

Pengalaman Saja Bisa Menjadi Guru, Apalagi Iblis (Pengantar Penulis buku IG)


ALHAMDULILLÂH, atas izin Allah dan ridha-Nya buku Iblis Guruku (IG) ini bisa terselesaikan hanya dalam waktu sebulan. Tetapi pembaca jangan serta merta berpikir yang berlebihan tentang saya. Sebulan itu adalah proses mendapatkan judul buku dan menyempurnakannya. Bahkan kalau saya mau lebih jujur lagi, hanya setengah bulan, yaitu sejak tanggal 30 Desember 2009 sampai tanggal 15 Januari 2010. Tetapi bisa dikatakan setahun juga ya, dari tahun 2009
sampai tahun 2010.

Sebenarnya tidak sebombastik itu, sahabat. Proses setengah bulan itu hanya saat mendapatkan ide membuat buku dengan judul Iblis Guruku. Tetapi, kalau tulisannya sebagian besar sudah saya buat sejak tahun 2005 sampai 2010 yang saya collect sebagai tabungan tulisan. Yah, inilah hasilnya, bisa dinikmati pembaca. Semoga tulisan ini membawa manfaat bagi saya dan pembaca semua.

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah ke hadirat junjungan kita Nabi Besar Rasulullah Muhammad saw. Beliaulah yang telah memperkenalkan kepada saya dan juga pembaca tentang sesuatu yang baik dan akan diarahkan ke mana hidup dan kehidupan kita ini.
Mungkin pembaca sudah mengetahui tentang arti kata mentor ya? Kata istri saya, mentor itu kacang mete. Tetapi dia yang juga guru, segera menjelaskan bahwa mentor yang saya maksud adalah guru, pelatih, atau apa saja sebutannya yang bertugas membimbing orang untuk menjadi pemenang dalam sebuah perlombaan atau pertandingan. Itu menurut istri saya.
Kita sebagai manusia memiliki nafsu dan nurani.

Keduanya sungguh memiliki tugas yang saling berlawanan, yang membawa kita kepada kebahagiaan atau kesengsaraan di akhirat kelak. Nafsu oleh Allah diset untuk dimentori oleh iblis dan laskarnya. Nurani atau hati kecil, dimentori oleh malaikat. Nah, saatnya kita memilih apakah iblis atau malaikat yang akan kita jadikan mentor. Selanjutnya, kalau sudah sadar bahwa kita harus menang dalam perlombaan ini, apa yang harus kita lakukan?

Mari Tinggalkan Mencari Kambing Hitam
Maha Suci Allah yang telah menciptakan mati dan hidup sebagai ujian. Maha Besar Dia yang menjadikan apa yang kita cintai dan sayangi sebagai fitnah. Harta dan anak-anak serta istri yang kita miliki disebut Allah sebagai fitnah yang harus kita kelola dengan baik. Singkatnya, memang nampaknya Allah terus dan terus akan memilih siapakah di antara kita yang paling baik amalnya (QS. al-Mulk: 2). Yang terpilihlah yang akan mendapatkan ganjaran dan bonus menarik dari- Nya. Dan mereka adalah orang yang bertakwa yang sangat dekat dengan-Nya serta tidak mudah menyalahkan yang lain. Mereka adalah orang yang dikaruniai pemahaman tentang apa maunya Allah.

Banyak hal aneh yang disuguhkan Allah kepada kita, termasuk anak dan harta sebagai fitnah, istri sebagai musuh, dan setan yang kita tidak bisa melihatnya diklaim Allah sebagai musuh yang nyata. Bukan Allah yang aneh atau tidak jelas, tetapi kitalah yang belum paham. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang paham. Amin.

Dengan judul seperti yang pembaca ketahui, saya yakin berbagai respon muncul menyikapi tulisan kontroversial ini. Bahkan penerbit sekaliber Tiga Serangkai yang telah bersepakat dengan saya untuk menerbitkan buku Iblis Guruku ini menjadi ragu tentang manfaat dan kebaikan buku ini. Buku Iblis Guruku atau yang saya singkat dengan buku IG telah sampai ke tangan Anda.

Memang kedengarannya sangat berani dan melawan apa yang diyakini orang selama ini. Tetapi sudah barang tentu semua yang dilakukan memiliki alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Saya sebagai pencetus yang tentu tidak begitu saja memaparkan hal-hal yang mungkin dianggap tidak lazim ini berharap agar pembaca tidak buru-buru berprasangka buruk atau berpikir negatif pada saya. Selama ini kita terbuai oleh kebiasaan mencari kambing hitam atas masalahmasalah yang tengah kita hadapi. Bahkan bukan hanya itu, sebelum sesuatu terjadi pun seseorang telah menyiapkan alasannya dulu, kalau-kalau program yang dibuatnya gagal atau memberikan output yang buruk. Saya sudah melempar wacana ini dan saya siap untuk disidang dalam berbagai forum. Semuanya saya niatkan dan tujukan untuk Allah, karena Allah, dan demi Allah.

Prinsip “semakin tinggi ilmu, semakin seseorang bisa bertoleransi” akan terus saya patrikan ke dalam diri saya. Pesan untuk kita dengan hadirnya buku Iblis Guruku ini adalah: setelah tidak membiasakan mencari kambing hitam, segera perbaiki dan perbaiki diri sendiri. Selanjutnya, memperbaiki orang-orang di sekitar kita. Dan semuanya menggunakan ilmu. Dengan ilmu atau pengetahuan yang kita miliki, kita akan bisa memilih apapun dengan benar sesuai dengan yang diinginkan-Nya.
Jadi, tidak perlu ada yang disalahkan dalam hidup ini. Apalagi mencari-cari agar ada yang disalahkan. Mungkin saja bisa membuat kita puas. Tetapi apakah kepuasan ini yang disebut dengan râdhiyatan mardhiyyah? Bukan! Dan penjelasannya ada di buku ini. Mari tinggalkan mencari kambing hitam, karena semua kejadian di dunia ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kita selama di tempat yang sementara ini.

Maksud Hati Ingin Sharing
Judy MnKenna, konsultan manajemen dari Corolado State University, menyebut (1) kasih sayang, (2) kepedulian, dan (3) kemauan berbagi kepada sesama, merupakan investasi yang tak ternilai. Menurutnya, ketiga aset tersebut adalah amost precious gift, hadiah yang sangat berharga bagi orang lain. Allah swt dalam firman-Nya, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Ali ‘Imrân: 92)

Dalam hadis Rasulullah saw bersabda, “Idzâ thabahta maraqatan fa aktsir mâ’aha wata’ahad jîranaka.” Jika kamu memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, dan bagikanlah sebagiannya untuk tetanggamu. Untuk apakah semua itu? Apakah tidak berlebihan? Nih, Gerald G. Jampolsky, penulis Love is Letting Go of Fear, menyatakan, “All that I give is given to my self.” Apa yang diberikan kepada orang lain sebetulnya kembali untuk diri saya sendiri. Ia pun melanjutkan, “To give is to receive.” Memberi berarti menerima. Ibarat melempar bumerang, maka akan kembali kepada kita lagi. Inilah yang disebut dengan prinsip bumerang (boomerang principle). Allah berfirman, “Jika kamu berbuat baik, kebaikan itu kembali kepada dirimu sendiri. Sebaliknya jika kamu berbuat keburukan, itu juga akan kembali kepada dirimu sendiri.” (QS. al-Isrâ’: 7)

Mudah-mudahan tidak ada pembaca yang mencerca saya seperti ini, “Kira-kira dong kalau mau sharing!! Masa’ sharing membela iblis!!” Jelas, kalau ada yang demikian berarti membacanya belum khatam. Bahkan mungkin hanya dengan mendengar atau membaca judulnya. Jadi, mari kita diskusikan dengan baik tanpa prasangka dan anarkisme. Bukankah sebagian dari prasangka adalah dosa? Sekali lagi, bila sharing wacana ini perlu dibahas secara khusus, saya siap untuk melayaninya dalam forum apa saja asal dengan cara-cara yang bijaksana dan baik (hikmah wal mau’izhatil hasanah).

Pengalaman Saja Bisa Menjadi Guru, Apalagi Iblis
Berangkat dari sebuah hadis “man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu”, barangsiapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya, terjadi suatu mujahadah (perjuangan) untuk mendapatkan musyahadah (penyaksian). Ini terjadi pada diri saya yang tidak pernah puas tatkala pertanyaanpertanyaan menggelitik belum terjawab. Belajar ilmu kebatinan, kejawen, dan akhirnya ilmu diri mengantarkan saya pada satu pertanyaan: “Apakah kita bisa mengenal
diri sendiri tanpa mengenal musuh kita?” Jawabannya sulit sekali.

Karena proses pengenalan diri yang akan menuju pada pengenalan pada Tuhan adalah sesuatu yang sedemikain sakral dan luhur, maka banyak hal menjadi kendala. Musuhmusuh pun tidak rela bila seseorang akan sampai pada “maqam” itu. Berbagai cara dilakukannya hanya untuk menggagalkan percintaan, bahkan pertemuan seorang hamba dengan Tuhannya. Iblis yang memiliki ilmu sangat tinggi dan didukung tim yang benar-benar militan akan menggunakan berbagai cara untuk merusaknya. Mengapa hanya iblis yang memiliki intelijen bagus? Saya pun perlu memiliki intelijen. Kalau bisa yang lebih bagus dari yang dimiliki iblis. Yaitu minimal dengan memiliki satu kata yang amat ditakuti iblis: ikhlas. Orang ikhlas ini memiliki strum yang nonstop dengan frekuensi Allah yang tak pernah reda. Dan saya beserta pembaca buku ini sedang menuju ke sana. Sehingga kitalah pemenangnya. Dengan telah mampu berbuat ikhlas, bukan saja iblis dan laskarnya menyerah, tetapi juga menumbuhkan suatu keyakinan bagi pelakunya dan membawanya kepada Tuhannya. Dari situlah kemudian saya ingin menjadi orang yang ksatria, yaitu benar-benar ingin menjadi lakon pada kehidupan sekarang ini. Saya tidak peduli dengan kehidupan setelah ini (akhirat). Saya hanya ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan saya pada kehidupan di dunia ini, bukan nanti.

Bagaimana caranya menjadi lakon itu? Apa maksud dengan menjadi lakon atau bintang film itu? Pembaca bertanya-tanya, bukan? Yaitu saya sesuai dengan “maqam” dan kemampuan yang saya miliki akan terus berpikir bahwa semua kejadian di dunia ini sangat terkait dengan saya. Apapun yang terjadi di keluarga saya, lingkungan saya, di Indonesia, bahkan di jagad raya ini adalah tanggung jawab saya secara proporsional tentunya. Kalau ada masalah di sana, berarti ada yang salah dengan saya. Mungkin saya kurang dekat dengan-Nya. Atau saya sedang lengah mengingat-Nya, sehingga hal normatif yang saya inginkan dan harapkan tidak menjadi kenyataan. Musibah, bencana alam, kekacauan dan sejenisnya, terus terjadi, meskipun itu adalah hukum alam yang memang harus terjadi. Singkatnya, dunia ini adalah cermin bagi diri saya yang bila ada apa-apa dengannya, pasti saya ikut andil di dalamnya. Bagaimana dengan pembaca?

Mungkin pembaca pernah berpikir, mengapa para ulama besar sekaliber Iman Ghazali, Hasan Basri, Imam Syafi’i, Syekh Abdul Qadir Jailani dan yang lainnya tak pernah tidak menangis setiap malam? Para sahabat pun demikian, bahkan bukan hanya pada forum tahajud, tetapi pada saat shalat wajib pun demikian. Menurut persepsi saya, selain karena lemah dan sulitnya menjadi manusia, beliau juga bertanggung jawab terhadap umatnya atau menjadikan dunia sebagai cermin. Kita yang berpotensi ganda, bisa baik dan jahat ini memang berada pada posisi sulit. Terlebih Allah memberikan stempel ‘tempatnya salah dan lupa’ bagi kita. Semakin sempurna, bukan? Dengan kondisi itulah, tentu semua orang memiliki dosa. Dengan salah dan dosa yang kita lakukan, meski Allah mengaku Maha Pengampun, penyesalan semestinya menjadi menu yang harus kita santap setiap saat. Ingat, penyesalan atau pengaduan hanya kepada-Nya saja lho… bukan kepada makhluk. Setelah itu, karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial yang mengenakan jubah kekhalifahan di muka bumi, maka kebaikan itu kita tularkan kepada orang di sekitar kita dan yang lainnya. Di sini bisnis multi level marketing (MLM) berlaku. Di sana orang menjadikan pengalaman sebagai guru. Dan saya lebih dari itu, menjadikan iblis dengan pernak-perniknya juga sebagai guru pula.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda, “Man sana fil islâmi sunnatan hasanatan falahu ajruhâ wa ajru man ‘amila bihi.” Barangsiapa di dalam Islam membuat kebiasaan baik, baginya pahala dan pahala orang yang menirunya (mengikutinya). Jadi, kalau pengalaman saja boleh dijadikan sebagai guru, mengapa iblis dan ilmunya tidak? Mari kita resapi dan pikirkan untuk mendapatkan yang terbaik selama merantau di bumi ini.

Iblis Sebagai Mitra dan Sparing Partner Setujukah bila saya katakan bahwa posisi kita dengan iblis adalah sejajar? Jangan pernah mengatakan bahwa iblis lebih buruk dari kita. Belum tentu benar pernyataan itu. Iblis dengan track record yang dimilikinya tidak pernah melanggar kesepakatannya dengan Tuhannya, Allah swt. Dia tidak pernah berbuat di luar koridor yang telah ditetapkan Tuhannya. Dan ia selalu berbuat setelah meminta izin atau diperintah oleh Tuhannya. Apa yang salah dengannya? Atau jangan-jangan kita yang belum paham. Sejajar yang saya maksud adalah sama-sama pemain dalam sebuah film kolosal yang harus selesai dibuat. Deadline film itu disebut dengan kiamat. Allah memiliki skenario yang harus dilaksanakan. Kita oleh Allah diperintahkan untuk menjadi lakon yang terus berbuat baik dan membawa kebaikan bagi diri kita dan lingkungan. Meski sesulit apapun peran itu dilakukan. Sedangkan iblis sesuai kapasitas teruji yang telah ditetapkan Allah memang ditugasi untuk memegang peran antagonis. Jadi, iblis bagi saya adalah mitra yang harus bekerja sama sesuai dengan tugas masing-masing. Tidak mungkin sesuatu dikatakan baik bila tidak ada yang buruk. Tidak mungkin ada nilai bila dalam hidup ini tidak ada perbedaan. Dan seterusnya, silakan dibuat statemen-statemen seperti ini yang akan membuat kita yakin akan qadar dan kehendak Allah bagi umat-Nya.

Semua hal yang diciptakan oleh Allah pasti berguna. Tak terkecuali iblis yang bagi saya adalah guru, sebagaimana saya berguru pada pengalaman. Bukan saja pengalaman saya sendiri kan? Tetapi juga pengalaman orang lain. Yang baik akan saya ambil, dan yang tidak baik akan berusaha saya hindari. Baik? Apakah pembaca sudah tahu dengan sesuatu yang disebut dengan baik itu? Ingat, belum tentu sesuatu yang kita senangi itu baik bagi kita. Sebaliknya juga, belum tentu sesuatu yang kita benci itu buruk bagi kita (al-Qur’an).

Dalam film karya Allah yang tengah dibuat dan judulnya belum saya ketahui ini, iblis adalah musuh saya. Dan saya akan terus berusaha agar bisa menjadi pemenang. Saya tidak mau menjadi pecundang yang hanya bisa menyesali sesuatu setelah sesuatu itu terjadi. Saya akan terus belajar untuk menang. Namun apapun kenyataannya nanti, tujuan saya hanya satu, yaitu ingin mendapatkan status “râdhiyatan mardhiyyah”. Allah ridha dan saya puas. Tolong kalau pembaca ada ide, saya diberi tahu, judul apa yang cocok untuk film ini.

Buku ini memiliki motto: “mencintai untuk mendapatkan cinta-Nya”. Pembaca, saya memiliki prinsip bahwa orang ditakuti bukan karena kekuatan fisik atau tampilan yang menyeramkan, tetapi lebih karena ilmu yang dimilikinya. Rasulullah saw bukan orang yang berbadan kekar, yang berotot dengan perawakan tinggi besar dan kuat, tetapi beliau adalah orang yang sangat ditakuti dan disegani musuhnya karena ilmu dan pengetahuannya yang luar biasa. Salah satu musuhnya adalah iblis. Setidaknya hal ini yang berusaha ditanamkan pada kita, meskipun menurut saya keduanya tidak merasa sebagai musuh. Tetapi castingnya memang harus demikian.

Hanya untuk Cinta dan Mendapatkan Cinta-Nya
Pembaca yang saya banggakan, dalam buku Iblis Guruku ini akan banyak dibahas tentang cinta. Dengan cinta, orang rela untuk melakukan apapun demi yang dicintainya. Entah itu mencintai orang, barang, perhiasan atau apa saja termasuk Allah swt. Pembahasan nyeleneh ini sebenarnya hanya menyasar pada satu target, yaitu ridha Allah melalui mahabbatullâh (cinta kepada Allah). Saya sebagai penulis ingin sekali mendapatkan cinta Allah. Karena dengan mendapatkannya, saya akan nyaman pada setiap sesi dan sisi kehidupan ini. Di dunia, di alam barzakh, dan di akhirat kelak.

Bagaimana cara saya mendapatkan cinta dari Allah (mahbub minallaâh)? Salah satunya adalah dengan memberikan pencerahan bagi saudara-saudara saya agar tidak mudah untuk membenci. Karena, sesuatu yang berhubungan dengan kebencian pasti selalu buruk. Sebalik nya, dengan memandang apapun di dunia ini dengan cinta, di situlah akan muncul cahaya yang mampu menerangi bumi akibat adanya orang yang mengerti (alim). Semakin seseorang alim, bisa dipastikan ia akan semakin bisa bertoleransi. Dan tidak ada toleransi yang terwujud bila ada kebencian di dalamnya. Termasuk benci kepada iblis yang adalah mitra kita dalam seluruh skenario Allah terhadap umat-Nya. Sedangkan kita adalah bintangnya. Jadi, dalam bahasa kerennya, saya ingin membumikan nilai-nilai Allah sebagai pemegang jubah kekhalifahan di muka bumi ini. Kemudian mengajak pembaca untuk menyempurnakan pengabdian kepada-Nya. Are you ready?

Tetapi tentu saja yang tidak bersedia tidak akan saya paksa untuk mengikuti obrolan ini. Siapa tahu karena tidak nyambungnya diskusi sehingga banyak sumber daya terbuang sia-sia. Allah sangat tidak suka dengan pemborosan, termasuk waktu dan tenaga. Rasulullah saja tidak memaksa Abu Thalib untuk bersyahadat kok. Mari kita lanjutkan obrolan kita yang sungguh menarik ini. Namun harap diingat, kita masih punya koridor “iman”. Jangan karena obrolan yang kita lakukan kemudian kita kehila ngan nikmat terbesar itu. Harapan saya, dengan obrolan ini, semakin ke sana, semakin kita dapatkan iman yang mantap, sehingga predikat takwa bisa kita raih untuk mendapat ridha-Nya. Amin. Karenanya, setelah membaca buku ini dan ingin berdiskusi dengan saya, pembaca bisa menghubungi email: moes0569@yahoo.com atau 08175738311 atau 087886064146 atau 081339819097. Tetapi kalau belum membaca secara tuntas buku ini mohon tidak melakukannya, menghubungi saya. Lulus dulu, baru berdebat. Bila belum mengetahui isinya te rus ingin berdebat, sama halnya menelepon dengan GSM tetapi tidak pakai simcard. Tidak nyambung. Mohon hal ini untuk dimaafkan dan dimengerti. Selamat menikmati suguhan kami. Semoga bermanfaat. Amin! []
Moeslih Rosyid

Rahasia Besar dan Sandiwara Besar

BUKU Iblis Guruku ini bagi saya merupakan kelanjutan dari buku MPIM (Mengobati Penyakit itu Mudah) tetapi dengan bahasan yang berbeda dan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Bagi Anda yang percaya bahwa bagian dari diri manusia yang terpenting adalah qalbu (hati), tentu akan merawatnya sebaik mungkin. Demikian juga bila Anda percaya bahwa jika qalbu itu berpenyakit, maka jiwa dan jasmani juga akan sakit, begitu juga sebaliknya. Atau mungkin Anda tertarik dan senang akan: kebeningan hati, mata hati, kebaikan hati, hati yang mulia, dan hal-hal lain tentang hati (qalbu), serta ingin memperbaiki perasaan, pikiran, anggapan, jiwa Anda, maka buku Iblis Guruku ini dapat dijadikan salah satu referensi. Setidaknya bisa menjadi “batu pijakan” dalam loncatan kita ke langkah selanjutnya untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi dalam mendekat kepada Tuhan.

Setelah membaca buku ini Anda akan mengerti tentang sebuah Rahasia Besar, sebuah Sandiwara Besar tentang: baik dan buruk, kebaikan dan kejahatan, kesenangan dan kebencian. Saya sendiri (mungkin juga Anda) akan mendapati bahwa ternyata manusia (dan juga jin) akan
dipersalahkan atau dikatakan berdosa jika ia keluar dari “garis” skenario yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Sutradara, sehingga semua makhluk tidak melakukan suatu “lakon” yang seharusnya “tak dilakoni-nya”.

Bagaimana halnya dengan makhluk-makhluk lain di luar manusia (dan jin): malaikat, rumput, pepohonan, ayam, babi, kera, angin, besi, dan batu, apakah mereka sudah patut untuk dipersalahkan? Bagaimana pula dengan iblis dan setan tentaranya? Salahkah mereka? Atau akankah kita berani dan mampu untuk mempersalahkan TUHAN sebagai pembuat skenario? Apakah ada bukti bahwa iblis melanggar ketentuan Allah? Dan seterusnya. Jika tidak, dan jika tidak ada pula yang salah, apakah semuanya baik dan benar adanya? Buku Iblis Guruku ini akan membuat Anda tercengang dan mata Anda terbuka lebar untuk memahami semua pertanyaan di atas. Bagi para pecinta ilmu, tidak ada salahnya kita belajar dari buku Iblis Guruku ini. Bukahkah kita tidak disuruh melihat bentuk seseorang, melainkan hatinya, isinya? Saat ini belum ba nyak penulis yang berani mengungkapkan hal-hal seperti ini.

[]
Ust. M. Safril, S.Pd.
Spiritualis, Ahli Pengobatan

Sabtu, 17 Desember 2011

Endorsement Mr T. WIdodo Untuk buku "Iblis Guruku"

Mari Ngobrol dengan Iblis Guruku
TERUS terang saya benar-benar terhenyak ketika membaca judul buku ini: Iblis Guruku. Mosok Iblis dijadikan guru? Ini kan bertentangan dengan kultur masyarakat Indonesia yang
agamis. Bahkan mungkin bukan hal yang lazim ditemukan untuk masyarakat dunia sekalipun. Namun, setelah mata saya menjelajah halaman demi halaman dari buku yang cukup tebal ini, baru ngeh dengan apa yang dimaksudkan penulis dengan judul tersebut. Dan satu kalimat yang ingin saya sampaikan, bahwa rasanya saya satu pemahaman dengan apa yang disampaikan oleh penulis dalam buku ini.

Siapapun yang membaca buku ini akan mendapatkan pencerahan yang luar biasa, karena buku ini mengulas tentang berbagai hal bukan hanya bagaimana penulis belajar dari apa yang dilakukan oleh iblis, namun penulis juga memberikan jurus-jurus agar hidup kita menjadi tenteram dan mendapatkan cinta dari Allah swt. Baik secara tersirat maupun tersurat, penulis juga menyampaikan bahwa apabila kita ingin maju dan sukses harus menghilangkan mental block. Mental block ini diba ngun oleh alam bawah sadar kita (subconscious) yang semakin lama bisa semakin kokoh dan settle.

Ya kalau bangunan itu adalah hal yang positif semisal keyakinan diri, ketenangan, dan perilaku baik lainnya, alhamdulillâh banget, karena output-nya, jelas orang itu akan menjadi baik. Atau setidaknya ia bisa bersikap baik pada orang lain, meskipun mental block yang demikian tetap
saja membuat kita tidak dapat menerima pendapat orang lain. Tetapi kalau bangunan itu adalah hal negatif seperti merasa paling hebat, paling pintar, paling sial, tidak mampu atau perasaan negatif lainnya, sudah barang tentu akan merugikan kita sendiri. Sesungguhnya dengan ilmu semuanya bisa disolusikan. Artinya, kita jangan pernah mengatakan “angel” (sulit: Jawa), tetapi katakan “insya Allah saya bisa”, niscaya akan bisa. Minimal kemudahan akan datang menyertai, karena kata angel adalah salah satu bentuk dari mental block tadi.

Penulis yang juga telah berhasil mempersembahkan karya perdananya berupa buku Mengobati Penyakit Itu Mudah (MPIM), mengajak kita untuk belajar menuju kepada keyakinan yang tinggi kepada-Nya. Dan hal ini sangat dibutuhkan bagi kita untuk berjalan tanpa mental block. Penulis memaparkan perjalanan untuk mendapatkan kasih-Nya dengan menggunakan begitu banyak logika-logika aneh namun jitu yang selama ini tidak terpikirkan oleh kita.

Satu lagi yang menarik bagi saya dari buku Iblis Guruku (IG), selain logika-logika di atas, adalah ajakan lembut penulis kepada pembaca untuk menjadi orang yang peka terhadap kondisi lingkungan. Menurut saya kepekaan dan kegerahan terhadap kondisi negatif maupun positif di sekeliling kita merupakan hal yang amat penting dalam kehidupan dan harus terus diasah agar menjadi kebiasaan. Analogi tentang kain lap yang harus bersih untuk membersihkan kaca sungguh sangat luar biasa. Tidak mungkin kita akan memaksa orang menjadi baik seperti yang kita inginkan kalau kita tidak berbuat baik terlebih dahulu. Tidak mungkin lap yang kotor bisa membersihkan, pasti justru menambah kotor.

Makanya perbaiki diri sendiri dulu, baru orang sekitar kita. Mustahil kita akan bisa mengubah dunia kalau diri kita sendiri tidak mau berubah, tentu saja ke arah yang baik. Buku Iblis Guruku bukan hanya enak dibaca, namun wajib dibaca oleh semua orang yang ingin hidup tenang dengan
ilmunya serta bahagia dengan knowledge yang dimilikinya. Saya yakin apa yang ditulis oleh penulis ini adalah sesuatu yang sudah dialaminya. Knowledge management, yang intinya
adalah sharing, itulah yang diterapkan oleh penulis da lam buku ini. Setelah membaca buku ini, wawasan saya men jadi jauh lebih terbuka dan membuat saya semakin sadar bahwa ternyata masih banyak hal yang perlu saya pelajari, karena ilmu yang saya miliki selama ini masih sangat
sedikit.

Saya sangat merekomendasikan buku ini menjadi buku yang wajib dibaca, karena selain banyak ilmu yang terkandung di dalamnya, buku ini juga ditulis dengan bahasa yang sangat komunikatif dan isinya acapkali mencengangkan kita. Sebagai pembaca, kita tidak sedikitpun merasa digurui, namun kita merasa diajak ngobrol, sharing, atau diajak berdiskusi oleh penulis sehingga kita betul-betul larut dalam diskusi atau sharing tersebut. Kata-kata mari kita lanjutkan obrolan kita yang sering penulis katakan di buku ini membuat kita merasa seperti sedang ngobrol dengan penulis dan bukan sedang membaca sebuah buku. Semoga buku Iblis Guruku ini bermanfaat bagi pembaca. Amin. []

Surabaya, Agustus 2010
T. WIDODO
Kepala Divisi Regional VII Jawa Timur
PT Pos Indonesia (Persero)

Buku Iblis Guruku Bisa dipesan disini


Buku Iblis Guruku (IG) telah tersedia di Gramedia dan bisa dipesan di : 081339819097 atau 087886064146 atau di moes0569@yahoo.com. Harga Rp 50.000,- sampai di tempat. Buruan pesan karena stock terbatas.

Jumat, 16 Desember 2011

Buku Membangun Area Bebas Stres (MABES) hanya Rp 35.000


Buku MABES hanya Rp 35.000,00 bisa pesan di 081339819097 atau moes0569@yahoo.com

Sabtu, 10 Desember 2011

Tersedia rekaman bedah buku Mengobati Penyakit Itu Mudah (MPIM)

Tersedia rekaman bedah buku Mengobati Penyakit Itu Mudah (MPIM) di radio Suara Kota Probolinggo 101.7 FM
bagi yang berminat bisa menghubungi : moes0569@yahoo.com atau 081339819097

Stadium Stres

Stadium stres

Saya merangkingkan stres ke dalam enam tingkatan. Ini hanya karangan saya saja. Bahkan bisa jadi perangkingan atau stadium yang saya sebut ini bertentangan dengan referensi lainnya. Tetapi berdasarkan pengalaman saya dalam melakukan penelitian baik yang sederhana maupun dengan berbagai metode, enam stadium itu insya Allah cukup mendekat ikebenaran. Yah, kalau ternyata menurut pembaca belum merepresentasi semua yang dibutuhkan, akur sajalah. Kan bisa memperkaya buku ini.

Nih saya persembahkan stadium dan tingkatan stres yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Stadium-1 ditandai dengan seringnya seseorang lupa. Bahkan untuk hal-hal sepele sekalipun. Di banyak kasus lantas orang mengangggap bahwa hal tersebut sebagai kondisi pikun bagi pasien yang sudah setengah baya dan manula. Apabila stadium-1 dibiarkan, maka akan berlanjut pada stadium-2. Stadium-2 ini penderita sudah mulai sering marah-marah tanpa sebab. Selanjutnya bila tidak segera dicarikan solusi, penderita akan meningkat pada stadium-3. Pada stadium-3 korban sudah mengalami sulit tidur dan dihantui oleh mimpi buruk sepanjang malam. Selanjutnya pada stadium-4 penderita mulai dan semakin tak peduli dengan lingkungan bahkan kesehatannya. Menyakiti diri sendiri mulai diujicobakan. Pada stadium-5, berjalan tanpa tujuan, usaha bunuh diri dan pikiran hampir hilang. Dan di stadium-6 selain menyakiti diri sendiri, penderita telah berusaha untuk bunuh diri kemudian hilang akal. Ketika sudah sampai pada stadium-6, seseorang biasanya sudah masuk ke RSJ atau berhasil dalam proses bunuh dirinya alias meninggal dunia, wassalam umurnya.

Karenanya ketika tanda-tanda seperti itu ada pada kita atau orang terdekat kita, sayogyanya segera dihentikan. Menghentikannya cukup mudah bila permasalahan yang dihadapi pasien masih belum berat. Sebaiknya memang pada stadium-1 sudah segera diambil tindakan. Tetapi meskipun seseorang sudah berada pada stadium lanjut sekalipun sebenarnya masih bisa diobati. Bukankah Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali menyertakan juga obatnya?

Daftar isi MABES

Daftar Isi
Sebaiknya Perhatian Pembaca Mampir Kesini Dulu .... 1
1. Tentang MABES .... 2
2. Akhlak Mulia Sebagai Syarat Pembangunan Area .... 3
3. Bahagia Tak Perlu Syarat, Kembali Saja ke Khitah Sebagai
Makhluk Spiritual .... 3

Bagian 1
Tentang Stres .... 6
a. Kemarin Tak Akan Kembali .... 6
b. Istinjak Awal Bisa Memutar Waktu .... 6
c. Kesaktian Membawa Sengsara .... 7
d. Kesaktian Syukur .... 9
e. Memahami Arti Stres .... 10
Bagian 2
Ciri Stres Secara Fisik .... 13
a. Tidak Semua Stres Buruk .... 13
b. Ciri Stres Secara Fisik, Mungkin Anda Mengalaminya .... 14
c. Penyakit Saya yang Aneh .... 16
d. Mari Kita Tinggalkan Stres, Kecuali .... 18
Bagian 3
Stadium dan Tingkatan Stress .... 20
a. Stres Ada Rangkingnya .... 20
b. Stres Stadium-1 Sering Lupa .... 21
c. Stres Stadium-2 Marah Tanpa Sebab .... 23
d. Stres Stadium-3, Bermimpi Buruk .... 24
e. Stres Stadium-4, Tak Peduli pada Lingkungan dan Mulai
Menyakiti Diri Sendiri .... 25
f. Stres Stadium-5, Berjalan Tanpa Arah Tujuan dan Usaha Bunuh
Diri .... 27
g. Stress Stadium-6, Hilang Akal .... 28

Bagian 4
Sebab-sebab Stres dan Sedikit Solusinya .... 32
a. Perbuatan Dosa .... 3
b. Takut yang Berlebihan .... 35
c. Khawatir yang Tak Beralasan .... 37
d. Menetapkan Standar Terlalu Tinggi .... 40
e. Pelit .... 40
f. Berbuat Tidak Adil .... 42
g. Merasa Gagal .... 43
h. Terlanjur Melempar Bom dengan Salah Bicara .... 45
i. Terlalu Banyak Keinginan .... 47
j. Selalu Ingin Tampil Sempurna .... 48
k. Demam Pornografi .... 50
l. Perselingkuhan .... 51
m. Ada Tanggung Jawab yang Belum Selesai .... 52
n. Ada Risiko yang Unpredictable dan Uncontrollable .... 54
o. Ada Hutang yang Belum Lunas, Kecuali .... 56
p. Prasangka Buruk .... 57
q. Stres Ringan yang Tidak Segera Diselesaikan .... 59
r. Merasa Banyak Pikiran Karena Belum Bisa Berfikir
Terstruktur .... 60
s. Banyak Tidak Tahu dan Mengikuti Keraguan .... 61
t. Stres Karena Pekerjaan .... 62
u. Stres Karena Sekolah .... 64
v. Tidak Memaafkan dan Suka Menyimpan Permusuhan .... 65
w. Tidak Logis .... 67
x. Mau Menang Sendiri .... 68
y. Terlalu Curiga pada Orang .... 70
z. Tidak Memiliki Keyakinan pada Tuhannya .... 71
aa. Suka Membuang Waktu dengan Kegiatan yang Tak Berguna .... 73
bb. Harapan dan Keinginan Tidak Terjadi .... 74
cc. Munafik .... 75
dd. Iri, Dengki, Fitnah dan Adu Domba .... 76
ee. Jatuh Cinta dan Patah Hati .... 7
ff. Dendam .... 78
gg. Menjadi Provokator .... 79
ii. Kurang Bersyukur .... 81
jj. Kurang Tegas .... 82
kk. Mengeluh kepada Makhluk .... 84
ll. Kurang Sabar .... 85
mm. Malas dan Gengsi .... 87
nn. Menunda .... 88
oo. Tidak Ikhlas dalam Berbuat .... 89
pp. Boros .... 91
qq. Diam Tanpa Berkomunikasi yang Baik .... 92
rr. Durhaka pada Orangtua dan atau Suami .... 93

Bagian 5
Air Mendidih Adalah Masalah .... 96
a. Manusia Telur .... 97
b. Manusia Wortel .... 98
c. Manusia Kopi .... 102
d. Pentingnya menjaga Hati .... 104

Bagian 6
Cara Menghapus Stres .... 107
a. Memperbanyak Istighfar dengan Taubatan Nashuha (Cara
Pertama) .... 109
b. Memindahkan Masalah dari Otak ke Kertas (Cara Kedua) ....
114
c. Menulis Bisa Menyembuhkan Berbagai Penyakit .... 115
d. Terapi Obat Sakit Hati dari Para Ulama (Cara Ketiga) .... 117

Bagian 7
Membangun Diri Bebas Stres .... 121
a. Turunkan Standar .... 121
b. Gabungkan dan Imbangkan Otak Kiri dan Otak Kanan .... 123
c. Aktifkan Komponen Ikhlas .... 124
d. Memanggil yang Diinginkan .... 127
e. Bekerja dengan Cinta .... 128
f. Memahami Asal Nasib .... 129
g. Jangan MMG .... 130
h. Pastikan .... 132
i. Jangan Selingkuh .... 133
j. Jangan Merasa Aman dengan Perbuatan Dosa, Apalagi
Memeliharanya .... 134
k. Jangan Khawatir dengan Rejeki .... 135
l. Jangan Munafik .... 137
m. Jangan Terlalu Berharap Tetapi Beraksilah .... 138
n. Ikhlas Seperti Buang Air Besar .... 139
o. Afirmasi Diri dengan Kata-kata yang Baik dan Benar .... 140
p. Pandai Memilih Teman .... 141
q. Pandai Memilih Kata .... 142
r. Berprasangka Baik pada Allah dan Terus Bergerak .... 143
s. Hidup adalah Belajar, So Belajarlah .... 144
t. Mendekat dan Berserah Diri Kepada-Nya .... 145
u. Jujur Sepanjang Waktu .... 146
v. Membiasakan Sedekah .... 147
w. Berbakti pada Suami dan Orang Tua .... 147

Bagian 8
Membangun Lingkungan Bebas Stres .... 154
a. Memberi Manfaat Bagi Lingkungan .... 154
b. Melaksanakan Bisnis MLM .... 156
c. Hukum Tebartuai untuk Kedamaian dan Kebahagiaan .... 159
d. Mendidik Keluarga dengan Baik .... 160
e. Memperbaiki Lingkungan dengan Contoh yang Baik .... 163
f. Jihad Apa Stress? Ini Pilihan .... 164

Bagian 9
Menjadi Manusia Spiritual yang Cerdas dan Sukses .... 166
a. Hidayah Hak Prerogative Allah, Jangan Maksa Dong .... 166
b. Manusia Sempurna Itu Ada .... 167
c. Menjadi Manusia Suci .... 168
d. Shalat Harus Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar .... 169
e. Mengintip Tingkatan Orang Shalat Versi Saya .... 170
f. Kisah Nasarudin Mengobati Orang Stres .... 172
g. Menjaga Qalbun Salim .... 174
h. Mari Kita Mulai dengan Hamdalah .... 175
i. Allah, Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat .... 178
j. Allah Menagih Janji Kita .... 182

Bagian 10
Area Bebas Stres .... 186
a. Adakah Area Bebas Stres? .... 186
b. Produk Manusia Ada Buku Petunjuknya .... 188
c. Semakin Hari Semakin Banyak Orang Stres, dan Insya Allah Kita
Tidak .... 188

Bagian 11
Doa dan Amalan Dalam Membangun Area Bebas Stres .... 190
a. Amalan Rejeki (1) (Agar Rejeki Melimpah) .... 190
b. Amalan Rejeki (2) (Agar Terjamin Rejeki Kita oleh Allah) ....
191
c. Rajanya Istighfar (Sayidul Istighfar) .... 192
d. Menemukan dan Mengembalikan Barang yang Hilang .... 192
e. Pagar Spiritual .... 193
f. Untuk Ketenangan .... 194
g. Mencapai Cita-cita .... 194
h. Agar Urusan Mudah dan Lancar .... 197
i. Mengusir Sihir .... 179
j. Memperkuat Fisik, Pengobatan dan Berbagai Kebutuhan ....
197
k. Untuk Mengetahui Apa yang Sedang Terjadi .... 198
l. Adab Wudhu Sempurna .... 199

Bagian 12
Beberapa Tips Menghadapi Berbagai Situasi .... 202
a. Tips Mencari Inspirasi .... 202
b. Tips Menghadapi Stres Saat Menjelang Ujian .... 203
c. Tips Menghadapi Stres Saat Melamar Kerja .... 204
d. Tips Menghadapi Stres Menjelang Pernikahan .... 204
e. Tips Menghadapi Stres Saat Bosan Menunggu .... 205
f. Tips Menghadapi Stres Saat Ada Tugas yang Belum Selesai ....
206
g. Tips Menghadapi Stres Saat Keinginan Belum Tercapai .... 206
h. Tips Menghadapi Stres Saat Sakit .... 207
i. Tips Menghadapi Stres Karena Mertua Galak .... 208
j. Tips Menghadapi Stres Karena Bos Tidak Enak .... 208
k. Tips Saat Tidak Punya Uang .... 209
l. Tips Saat Sulit Menbayar Hutang .... 210
m. Tips Saat Merasa Kurang Sehat .... 210
n. Tips Menghilangkan Sakit Perut Karena Salah Makan atau Masuk
Angin .... 210
o. Tips Mencapai Cita-cita .... 211
p. Tips Menyelesaikan Pertengkaran dan Permusuhan .... 212
q. Tips Saat Bingung Tentang Cita2 yang Beda dengan Kemauan
Orang Terdekat .... 213
r. Tips Saat Bingung Karena Barang Hilang atau Lupa Naruhnya ....
214
s. Tips Menghadapi Anak Rewel / Nakal .... 214
t. Tips Diskusi Efektif .... 215
u. Tips Menghadapi Masalah Tidak Kunjung Dikaruniai
Keturunan .... 216
v. Tips Menyehatkan Gigi .... 217
w. Tips Agar Bangun Tidur dengan Segar dan Penuh Semangat ....
217
xv
Membangun Area Bebas Stres
x. Tips Menjadi Binatang .... 218
y. Tips Tenang Saat Terkena Musibah Patah Hati Karena Cinta ....
219
z. Tips Menjadikan Anak-anak Saleh dan Salehah .... 219
aa. Tips Menyembunyikan Grogi Agar Tetap Percaya Diri .... 219

Bagian 13
Untuk Direnungkan dan Diwaspadai .... 221
a. Siap Mendapatkan dan Siap Kehilangan? .... 221
b. Tentang Uji Nyali Nafsu yang Tak Pernah Puas .... 223
c. Jangan Bunuh diri dengan Hidup atas Kata Orang .... 224
d. Efek Kata-kata Negatif Positif .... 226
e. Resep Jamu Kuat .... 227
f. Kisah Fang Fu Ting yang Sakit Akibat Perbuatannya .... 228
g. Al Qur’an Menjawab Pertanyaan Nafsu .... 228
h. Papa Mencintaimu Nak ... 230
i. 14 Hadiah Bagi yang Bertakwa .... 231
j. Hakikat Uang .... 236
k. Ayo Menjadi Cantik dan Menawan .... 237
l. Mari Kuatkan Jiwa .... 238
m. Sekali Tikus Tetap Tikus? .... 241
n. Tawadhuk .... 241
o. Kekuatan Satu .... 241
p. Belajar Tegas dari Elang dalam Mendidik Anak .... 242
q. Pentingnya Mengkonsumsi Air Putih .... 243
r. Dampak Akhlak Buruk pada Fisik .... 244
s. Belajar Mendeteksi Penyakit dari Konsisi Jiwa yang Buruk ....
246
t. Mari Ambil Isinya dan Bukan Bungkusnya .... 246
u. Beberapa Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai .... 247

Bagian 14
Masyarakat Modern Membutuhkan Zikir .... 250
a. Renungan Doa .... 250
b. Power of Dzikir .... 251
c. Dzikir Melahirkan Orang Shaleh .... 252
d. Dzikir Sebagai Pengendali Diri .... 254
e. Dzikir Mensucikan Diri Seorang Muslim .... 255
f. Dzikir untuk Menghadapi Kehidupan yang Kompleks .... 256
g. Dzikir Menjamin Kemenangan Orang yang Beriman .... 258
h. Kesaktian Dzikir .... 259
i. Dzikir Mengembalikan Fitrah Spiritual Manusia .... 260
j. Dzikir Melahirkan Pribadi Unggul .... 261
k. Masyarakat Modern Memang Membutuhkan Dzikir .... 263

Bagian 15 Bonus SMS Tauziah Malam Jum’at .... 266
Bagian 16 Bonus Mutiara Hikmah Khusus dari Muslih Rosyid .... 286
MASUKAN UNTUK BUKU MABES .... 297
DAFTAR PUSTAKA .... 299

Tentang Buku MABES

Tentang MABES
Dengan mengucap „alhamduilillahi rabbil alamin’ saya mulai merangkai
dan menyusun kata demi kata untuk buku yang saya harapkan bisa menjadi
sedikit solusi bagi umat ini. Mengapa hamdalah? Ya boleh saja Pembaca
memulai dengan mengucap ‘bismillahi rabbil alamin karena kalau seorang
muslim memulai sesuatu tanpa melakukannya akan terputus. Ini harus
karena itu ajaran Rasul. Diucapkan di mulut dengan penuh konsentrasi
demi mengingat Allah ‘bismillahirahmaanir rahiim’. Namun, saya ingin
mengajak Pembaca untuk benar- benar sehat dengan rasa syukur yang
tinggi kepada Dzat yang nyawa kita, hidup kita dan nasib kita ada di tangan-
Nya. Dengan perasaan syukur itulah segala rasa positif akan muncul dan
memenuhi jiwa kita. Puncaknya disebut dengan bahagia.
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah ke hadirat Rasulullah
saw yang adalah bukan manusia biasa. Beliau adalah Allah yang berwujud
dan bisa dilihat dengan panca indera. Dalam ilmu kejawen disebut dengan
“Pangeran Katon.” Beliau adalah Al- Quran berjalan yang jika seseorang
bisa menirunya, dijamin akan bisa hidup bahagia dalam seluruh rentang
waktu hidupnya. Beliau menjamin dalam sebuah hadits, “man ahya sunati
faqad ahabani, waman ahabani kana ma’i fil jannah,” barangsiapa
menghidupkan sunahku, berarti ia mencintai aku, dan barangsiapa
mencintaiku, dia akan bersamaku di surga.
Pembaca, jangan berfikir surga yang dimaksud Rasul tercinta hanya
ada di akhirat kelak, jangan, itu akan membuat kita masih berpeluang
mengeluh kepada selain Allah. Surga itu sekarang ini sudah ada dan neraka
pun sudah tersedia dalam kehidupan di dunia ini. Jika kita bersyukur,

nikmat itu sungguh luar biasa. Segalanya menjadi sedemikian indah dan
mudah. Bahkan orang yang terbiasa bersyukur ini seolah tak perduli
dengan ujian dari Allah yang memang menetapkan hidup ini sebagai ujian.
Dia akan terus menikmati detik demi detik bersama Tuhannya. Ia akan
berbuat baik sabanyak mungkin demi mengabdikan dirinya yang hanya
punya waktu sedikit itu kepada sesuatu yang ingin ditemuinya dengan
mendapatkan ridha-Nya. Ia bekerja keras, tuntas dan ikhlas demi sebuah
kondisi radhiatan mardhiyah, Allah ridha dan ia puas melaksanakan
perintah-Nya. Walhasil, orang akan iri melihatnya, dan dia pun akan terus
hanya berbuat untuk Tuhannya yang saya sebut dengan “karena Allah,
untuk Allah, dan demi Allah.” Ia pun akan berbuat untuk dirinya sendiri.
Yaitu berfikir bahwa apapun yang dilakukannya, akan kembali
menimpa dirinya. Jika ia baik, pasti kebaikan itu akan kembali kepadanya,
dan jika ia jahat, kejahatan itu pun untuknya. Sehingga ia hanya memilih
dan berusaha untuk menjadi baik. Pada saatnya entah secara langsung
atau menunggu beberapa saat, ia akan menuai hasil tanamannya. Yaitu
kebaikan dan bukan keburukan yang diharapkannya.
Orang ini akan mendapatkan daya tahan tubuh yang sangat baik.
Tubuh pun mendapatkan serangan apapun akan mampu menyelesaikan
dengan baik. Staminanya benar-benar OK akibat olah pikir yang benar
dan perintah otak kepada tubuh yang jelas.
Sebaliknya, jika seseorang terus mengeluh dan mengeluh, bisa
dipastikan dalam hidupnya tidak akan pernah mengenal sesuatu yang
disebut dengan bahagia. Mungkin ia hanya pernah mendengar kata
itu, tetapi tidak akan pernah bisa menikmatinya. Orang yang mengeluh
akan menjauh dari Tuhannya dan semua makhluk akan menyisihkannya.
Daya tahan tubuh pun akan menjadi lemah dan dalam waktu yang tak
terlalu lama ia akan merusak jiwanya, imannya, bahkan juga fisiknya.
Naudzubillah..
Buku ini adalah kelanjutan dari ekspresi syafar spiritual saya,
perjalanan spiritual saya menuju kepada Tuhan saya. Dimulai dengan buku
Mengobati Penyakit Itu Mudah (MPIM) dengan segala pernik-perniknya
yang lalu mencipta sebuah komunitas spiritual kecil- kecilan. Lalu buku
Iblis Guruku (IG) yang saat tulisan ini sedang saya buat sedang dalam
proses penerbitan oleh JP Books, semuanya saya papar demi mendapatkan

suatu kondisi yang saya sebut dengan “penyebaran makhluk pembelajar.”
Apapun yang terjadi yang menimpa kita maupun lingkungan kita adalah
ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan kita ke depan. Bukan untuk
disesali dan diratapi tanpa aksi yang jelas. Tetapi setelah kita jumput ilmu
yang disebut dengan hikmah itu, lalu bekal tersebut kita jadikan sebagai
senjata untuk maju berperang melawan musuh terbesar kita. Musuh
besar itu banyak orang tidak mengenalnya dan keberadaannya kadang tak
disadari mereka. Yaitu nafsu kita.
Saya pernah berdoa agar Allah menghilangkan nafsu dari diri saya.
Namun lantunan doa yang sebenarnya hanya saya dan Allah yang tahu
itu juga ketahuan guru saya. Apa yang saya dapat? murka beliau yang
saya terima. Nafsu bukan untuk dimusnahkan, tetapi untuk
dikendalikan, dikelola, ditaklukkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin,
kata beliau. Sama halnya dengan masalah yang kita hadapi, bukan untuk
dihilangkan, tetapi untuk diperlakukan seperti nafsu tadi. Semasa masih
hidup di dunia, jangan pernah berharap tidak akan ada masalah. Dia akan
terus menyertai kita dan karena dialah (adanya masalah) kita
menjadi semakin dewasa dan arif bijaksana. Bukan sebaliknya. Di buku
ini, insya Allah akan dibahas berbagai hal tentang itu.
Membangun area bebas stres, di buku ini saya banyak bercerita tentang
penyakit yang asalnya dari perbuatan dosa, kejahatan dan pengendalian
diri yang salah. Bahkan saat penyakit fisik sudah melanda sekalipun,
penyakit itu bisa hilang dengan pengendalian emosi yang benar dari si
sakit. Biaya yang telah dikeluarkan yang jumlahnya ratusan juta untuk
berobat sebelum mendapatkan obat atau penawar yang hanya berupa
pencerahan ini, dijadikan sarana bersyukur kepada Allah swt. Dia
heran betapa Allah mengungkap kekayaan diri dan keluarganya ternyata
uang sebanyak itu pernah dimilikinya. Ini kisah nyata dan sebagian
besar cerita yang saya tulis adalah fakta yang saya kemas dalam bentuk
cerita. Saya ingin semua tadi menjadi motivasi bagi diri saya dan Pembaca
agar dari waktu ke waktu menjadi semakin baik dan pandai bersyukur.
Beberapa pengalaman spiritual, renungan dan tips untuk berbagai
kondisi negatif terpapar habis disini. Taushiah malam Jumat via SMS
yang selama ini menjadi tuntutan beberapa jamaah untuk diterbitkan
menjadi buku pun saya gabung di buku ini. Dan tentu saja, mutiara hikmah
viii
Moeslih Rosyid
yang menjadi pemandu saya dan juga Pembaca secara time to time, saya
obral. Hanya saja mohon maaf kali ini saya menyajikan hanya yang dari
saya saja. Bukan untuk bersombong ria atau tidak menghormati orang
hebat di dunia ini, tetapi dari saya saja sudah banyak. Saya tidak ingin
Pembaca bosan karena terlalu banyaknya hal-hal yang tidak perlu berada
dalam buku ini. Yang insya Allah sangat bermanfaat bagi Pembaca
adalah amalan yang bagi tim kami sudah teruji 100 dengan bukti mencapai
90%. Silakan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Selamat menikmati buku sederhana ini, semoga membacanya adalah
ibadah dan memahaminya menjadi ilmu yang bermanfaat. Lalu,
mengaplikasikan pemahaman tadi untuk sebuah pengabdian yang hanya
itulah tujuan kita diciptakan oleh Allah. Yaitu mengabdi atau beribadah
kepada-Nya.
Salam sukses dan salam MABES.

Buku Membangun Area Bebas Stres (MABES) telah terbit

Bkuku MABES telah terbit dengan harga Rp 35.000,00 bisa dipesan di 081339819097 atau moes0569@yahoo.com

Kamis, 01 Desember 2011

gambar blog










Senin, 28 November 2011

Telah terbit buku baru (Membangun Area Bebas Stres/MABES"

Buku Membangun Area Bebas Stres (MABES) "Hidup Sehat dengan Menjadi Orang Baik. telah terbit dengan 300 halaman dan dijual dengan harga Rp 35.000,00 bisa dipesan disini atau 081339819097 atau di moes 0569 @yahoo.com

Insya Allah I will activate this blog again

This blog has been a web... the real web and Insya Allah I will activate this